English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Teori Gestalt


Teori Gestalt adalah salah satu aliran teori terbesar dalam psikologi, yang mempengaruhi arah perkembangan teori psikologi sesudahnya. Teori Gestalt lahir di Jerman, oleh ahli-ahli psikologi yang menyatakan bahwa untuk mengungkap bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu, harus secara keseluruhan, bukan berdasarkan bagian-bagiannya. Dilihat dari arah teori, teori gestalt berseberangan dengan teori psikologi Wundt tentang Stukturalisme, yang mengatakan bahwa jiwa manusia bisa dianalisis menjadi bagian-bagian yang terkecil.

Teori Gestalt adalah sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan. Teori gestalt beroposisi terhadap teori strukturalisme. Teori gestalt cenderung berupaya mengurangi pembagian sensasi menjadi bagian-bagian kecil.

Teori Gestalt dibangun oleh tiga orang, Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang Köhler. Mereka menyimpulkan bahwa seseorang cenderung mempersepsikan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh. Pemahaman manusia yang utuh terhadap suatu objek akan melahirkan persepsi dan penilaian yang tepat/sempurna.

Max Wertheimer (1880-1943) adalah seseorang yang dianggap sebagai pendiri teori psikologi Gestalt, tetapi ia bekerjasama dengan dua orang temannya, yaitu Kurt Koffka (1886- 1941) dan Wolfgang Kohler (1887-1967). Ketiga tokoh ini memiliki pemikiran yang sama atau searah. Kata Gestalt sesungguhnya telah ada sebelum Wertheimer dan kawan-kawan menggunakannya sebagai nama. Palland (dari Belanda) mengemukakan bahwa pengertian Gestalt telah dikemukakan sejak zaman Yunani Kuno. Menurut Palland, Plato dalam uraiannya mengenai ilmu pasti (matematika) telah menunjukkan bahwa dalam kesatuan bentuk terdapat bagian-bagian atau sifat-sifat yang tidak dapat terlihat pada bagian-bagiannya. Watson sebagai tokoh aliran behaviorisme menentang Wundt (strukturalisme), sementara itu di Jerman juga terjadi arus yang menentang hal yang dikemukakan oleh Wundt dan Tithecener atau kaum strukturalis pada umumnya, yaitu aliran Gestalt yang dipelopori oleh Max Wertheimer dengan artikelnya “On Apparent Movement”, yang terbit pada tahun 1912. Aliran ini juga menentang aliran behaviorisme yang memiliki pandangan yang elementaristik.

Menurut teori Getalt, teori strukturalisme dan behaviorisme melakukan kekeliruan, diantaranya karena reductionictic approach, artinya keduanya mencoba membagi pokok bahasan menjadi elemen-elemen. Strukturalisme mereduksi perilaku dan berpikir sebagai elemen dasar, sedangkan behaviorisme mereduksi perilaku menjadi kebiasaan (habits), respons berkondisi atau secara umum dapat dikemukakan hubungan stimulus-respon. Aliran Gestalt tidak setuju mengenai reduksi ini.

Pandangan pokok teori Gestalt adalah berpusat bahwa apa yang dipersepsi itu merupakan suatu kebulatan, suatu unity atau suatu Gestalt. Jadi untuk mendapatkan pemahaman yang tepat terhadap suatu objek, maka harus dipersepsikan secara keseluruhan objek tersebut menjadi suatu kesatuan.


1 komentar:

Bitebrands mengatakan...

Prinsip Gestalt: Memahami Fenomena Visual ~ BiteBrands http://bit.ly/10nN6Ox

Poskan Komentar

Komentar anda sangat penting bagi kami, silahkan berkomentar sesuai dengan isi judul postingan. Komentar yang berbau sara atau pornografi akan kami hapus. Buatlah diri anda senyaman mungkin di blog kami. Terimakasih..!

 

NEW JOESAFIRA blog Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger