Follow by Email

Sunday, 6 May 2012

Infeksi Saluran Kemih



Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Urinarius Tractus Infection (UTI) adalah suatu keadaan adanya infasi mikroorganisme pada saluran kemih. (Agus Tessy, 2001) Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah suatu keadaan adanya infeksi bakteri pada saluran kemih. (Enggram, Barbara, 1998)


Klasifikasi infeksi saluran kemih sebagai berikut :
  1. Kandung kemih (sistitis)
  2. Uretra (uretritis)
  3. Prostat (prostatitis)
  4. Ginjal (pielonefritis)

Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut, dibedakan menjadi:

1. ISK uncomplicated (simple)
  • ISK sederhana yang terjadi pada penderita dengan saluran kencing tak baik, anatomic maupun fungsional normal. ISK ini pada usi lanjut terutama mengenai penderita wanita dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung kemih.

2. ISK complicated

Sering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab sulit diberantas, kuman penyebab sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika, sering terjadi bakterimia, sepsis dan shock. ISK ini terjadi bila terdapat keadaan-keadaan sebagi berikut:
  • Kelainan abnormal saluran kencing, misalnya batu, reflex vesiko uretral obstruksi, atoni kandung kemih, paraplegia, kateter kandung kencing menetap dan prostatitis.
  • Kelainan faal ginjal: GGA maupun GGK.
  • Gangguan daya tahan tubuh
  • Infeksi yang disebabkan karena organisme virulen sperti prosteus spp yang memproduksi urease.

    Etiologi

    Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK, antara lain:
    1. Pseudomonas, Proteus, Klebsiella : penyebab ISK complicated
    2. Escherichia Coli: 90 % penyebab ISK uncomplicated (simple)
    3. Enterobacter, staphylococcus epidemidis, enterococci, dan-lain-lain

    Prevalensi penyebab ISK pada usia lanjut, antara lain:
    1. Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang kurang efektif
    2. Mobilitas menurun
    3. Nutrisi yang sering kurang baik
    4. Sistem imunitas menurun, baik seluler maupun humoral
    5. Adanya hambatan pada aliran urin
    6. Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat

    Patofisiologi

    Infeksi Saluran Kemih disebabkan oleh adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus urinarius. Mikroorganisme ini masuk melalui : kontak langsung dari tempat infeksi terdekat, hematogen, limfogen.

    Ada dua jalur utama terjadinya ISK yaitu asending dan hematogen.

    1. Asending

    Masuknya mikroorganisme dalm kandung kemih, antara lain: factor anatomi dimana pada wanita memiliki uretra yang lebih pendek daripada laki-laki sehingga insiden terjadinya ISK lebih tinggi, factor tekanan urine saat miksi, kontaminasi fekal, pemasangan alat ke dalam traktus urinarius (pemeriksaan sistoskopik, pemakaian kateter), adanya dekubitus yang terinfeksi.

    Naiknya bakteri dari kandung kemih ke ginjal.

    2. Hematogen

    Sering terjadi pada pasien yang system imunnya rendah sehingga mempermudah penyebaran infeksi secara hematogen Ada beberapa hal yang mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal sehingga mempermudah penyebaran hematogen, yaitu: adanya bendungan total urine yang mengakibatkan distensi kandung kemih, bendungan intrarenal akibat jaringan parut, dan lain-lain.

    Pada usia lanjut terjadinya ISK ini sering disebabkan karena adanya:
    1. Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap atau kurang efektif.
    2. Mobilitas menurun
    3. Nutrisi yang sering kurang baik
    4. System imunnitas yng menurun
    5. Adanya hambatan pada saluran urin
    6. Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat.
    7. Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat tersebut mengakibatkan distensii yang berlebihan sehingga menimbulkan nyeri, keadaan ini mengakibatkan penurunan resistensi terhadap invasi bakteri dan residu kemih menjadi media pertumbuhan bakteri yang selanjutnya akan mengakibatkan gangguan fungsi ginjal sendiri, kemudian keadaan ini secara hematogen menyebar ke suluruh traktus urinarius.
    Selain itu, beberapa hal yang menjadi predisposisi ISK, antara lain: adanya obstruksi aliran kemih proksimal yang menakibtakan penimbunan cairan bertekanan dalam pelvis ginjal dan ureter yang disebut sebagai hidronefroses. Penyebab umum obstruksi adalah: jaringan parut ginjal, batu, neoplasma dan hipertrofi prostate yang sering ditemukan pada laki-laki diatas usia 60 tahun.

    Tanda dan Gejala

    Tanda dan gejala ISK pada bagian bawah adalah :
    1. Nyeri yang sering dan rasa panas ketika berkemih
    2. Spasame pada area kandung kemih dan suprapubis
    3. Hematuria
    4. Nyeri punggung dapat terjadi
    5. Tanda dan gejala ISK bagian atas adalah :
    6. Demam
    7. Menggigil
    8. Nyeri panggul dan pinggang
    9. Nyeri ketika berkemih
    10. Malaise
    11. Pusing
    12. Mual dan muntah

    Pemeriksaan Penunjang
    1. Urinalisis
    2. Leukosuria atau piuria: merupakan salah satu petunjuk penting adanya ISK. Leukosuria positif bila terdapat lebih dari 5 leukosit/lapang pandang besar (LPB) sediment air kemih
    3. Hematuria: hematuria positif bila terdapat 5-10 eritrosit/LPB sediment air kemih. Hematuria disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik berupa kerusakan glomerulus ataupun urolitiasis.
    4. Bakteriologis
    5. Mikroskopis
    6. Biakan bakteri
    7. Kultur urine untuk mengidentifikasi adanya organisme spesifik
    8. Hitung koloni: hitung koloni sekitar 100.000 koloni per milliliter urin dari urin tampung aliran tengah atau dari specimen dalam kateter dianggap sebagai criteria utama adanya infeksi.
    9. Metode tes
    10. Tes dipstick multistrip untuk WBC (tes esterase lekosit) dan nitrit (tes Griess untuk pengurangan nitrat). Tes esterase lekosit positif: maka psien mengalami piuria. Tes pengurangan nitrat, Griess positif jika terdapat bakteri yang mengurangi nitrat urin normal menjadi nitrit.
    11. Tes Penyakit Menular Seksual (PMS) :
    12. Uretritia akut akibat organisme menular secara seksual (misal, klamidia trakomatis, neisseria gonorrhoeae, herpes simplek).
    13. Tes- tes tambahan :
    14. Urogram intravena (IVU), Pielografi (IVP), msistografi, dan ultrasonografi juga dapat dilakukan untuk menentukan apakah infeksi akibat dari abnormalitas traktus urinarius, adanya batu, massa renal atau abses, hodronerosis atau hiperplasie prostate. Urogram IV atau evaluasi ultrasonic, sistoskopi dan prosedur urodinamik dapat dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kambuhnya infeksi yang resisten.

    Penatalaksanaan
    1. Penanganan Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang ideal adalah agens antibacterial yang secara efektif menghilangkan bakteri dari traktus urinarius dengan efek minimal terhaap flora fekal dan vagina.
    2. Terapi Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut dapat dibedakan atas:
    3. Terapi antibiotika dosis tunggal
    4. Terapi antibiotika konvensional: 5-14 hari
    5. Terapi antibiotika jangka lama: 4-6 minggu
    6. Terapi dosis rendah untuk supresi
    7. Pemakaian antimicrobial jangka panjang menurunkan resiko kekambuhan infeksi. Jika kekambuhan disebabkan oleh bakteri persisten di awal infeksi, factor kausatif (mis: batu, abses), jika muncul salah satu, harus segera ditangani. Setelah penanganan dan sterilisasi urin, terapi preventif dosis rendah.
    8. Penggunaan medikasi yang umum mencakup: sulfisoxazole (gastrisin), trimethoprim/sulfamethoxazole (TMP/SMZ, bactrim, septra), kadang ampicillin atau amoksisilin digunakan, tetapi E. Coli telah resisten terhadap bakteri ini. Pyridium, suatu analgesic urinarius jug adapt digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat infeksi.
    Pemakaian obat pada usia lanjut perlu dipikirkan kemungkina adanya:
    1. Gangguan absorbsi dalam alat pencernaan
    2. Interansi obat
    3. Efek samping obat
    4. Gangguan akumulasi obat terutama obat-obat yang ekskresinya melalui ginjal
    5. Resiko pemberian obat pada usia lanjut dalam kaitannya dengan faal ginjal:
    6. Efek nefrotosik obat
    7. Efek toksisitas obat


    Sumber : http://yoedhasflyingdutchman.blogspot.com/2010/03/infeksi-saluran-kemih-isk.html

    Artikel terkait : Asuhan keperawatan pasien dengan infeksi saluran kemih!!

    2 comments:

    1. Masalah Kandung Kemih

      Kandung kemih terlalu aktif adalah Masalah kandung kemih yang menyebabkan dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil. Dorongan mungkin sulit untuk berhenti, dan kandung kemih yang terlalu aktif dapat menyebabkan keluarnya urin tanpa disengaja (inkontinensia).

      Gejala
      • Penyakit
      • Cedera
      • Cacat bawaan pada otak, medula spinalis atau saraf yang menuju ke kandung kemih, saraf yang keluar dari kandung kemih maupun keduanya.
      Suatu kandung kemih neurogenik bisa kurang aktif, dimana kandung kemih tidak mampu berkontraksi dan tidak mampu menjalankan pengosongan kandung kemih dengan baik; atau menjadi terlalu aktif (spastik) dan melakukan pengosongan berdasarkan refleks yang tak terkendali.

      Kandung kemih yang kurang aktif biasanya terjadi akibat gangguan pada saraf lokal yang mempersarafi kandung kemih. Penyebab tersering adalah cacat bawaan pada medula spinalis (misalnya spina bifida atau mielomeningokel).

      Suatu kandung kemih yang terlalu aktif biasanya terjadi akibat adanya gangguan pada pengendalian kandung kemih yang normal oleh medula spinalis dan otak. Penyebabnya adalah cedera atau suatu penyakit, misalnya sklerosis multipel pada medula spinalis yang juga menyebabkan kelumpuhan tungkai (paraplegia) atau kelumpuhan tungkai dan lengan (kuadripelegia). Cedera ini seringkali pada awalnya menyebabkan kandung kemih menjadi kaku selama beberapa hari, minggu atau bulan (fase syok). Selanjutnya kandung kemih menjadi overaktif dan melakukan pengosongan yang tak terkendali.

      Penyebab
      Gejalanya bervariasi berdasarkan apakah kandung kemih menjadi kurang aktif atau overaktif. Suatu kandung kemih yang kurang aktif biasanya tidak kosong dan meregang sampai menjadi sangat besar. Pembesaran ini biasanya tidak menimbulkan nyeri karena peregangan terjadi secara perlahan dan karena kandung kemih memiliki sedikit saraf atau tidak memiliki saraf lokal.

      Pada beberapa kasus, kandung kemih tetap besar tetapi secara terus-menerus menyebabkan kebocoran sejumlah air kemih. Sering terjadi infeksi kandung kemih karena sisa air kemih di dalam kandung kemih memungkinkan pertumbuhan bakteri. Bisa terbentuk batu kandung kemih, terutama pada penderita yang mengalami infeksi kandung kemih menahun yang memerlukan bantuan kateter terus-menerus. Gejala dari infeksi kandung kemih bervariasi, tergantung kepada jumlah saraf yang masih berfungsi.

      Jika anda terkena penyakit ini solusi terbaik adalah pengobatan secepatnya, obati segera penyakit anda dengan Kinik Apollo Spesialis Kelamin Jakarta yang sudah sejak tahun 2015 untuk mengobati Andrologi dan Ginekologi.

      Apabila anda mempunyai akibat masalah kandung kemih diatas, sebaiknya anda segera untuk melakukan pengobatan sebelum penyakit anda derita akan semakin memperparah kondisi tubuh anda. Demikian sedikit penjelasan masalah kandung kemih, apabila infeksi tersebut menyerang anda, segera diobati, pengobatan Klinik Apollo spesialis kelamin yang sudah terbukti khasiatnya menyembuhkan pasien berbagai penyakit kelamin Andrologi dan Ginekologi.

      Untuk informasi lebih lanjut dan silahkan konsultasi langsung dengan “ DOKTER ONLINE GRATIS “ 021-62303060 / 0813-1518-6262

      buka link di bawah ini :
      https://helodokter.com

      ReplyDelete

    Komentar anda sangat penting bagi kami, silahkan berkomentar sesuai dengan isi judul postingan. Komentar yang berbau sara atau pornografi akan kami hapus. Buatlah diri anda senyaman mungkin di blog kami. Terimakasih..!